Label AbduL's

Rabu, 14 Oktober 2009

Ringkasan Materi Belajar dan Pembelajaran

1
BAB I
HAKIKAT BELAJAR DAN PEMBELAJARAN
A. Belajar Dan Pembelajaran
Belajar merupakan kegiatan orang sehari-hari. Kegiatan belajar tersebut
dapat dialami oleh orang yang sedang belajar. Disamping itu, kegiatan belajar
juga diamati oleh orang lain dan menimbulkan banyaknya teori belajar.
a. Belajar menurut pandangan Skinner
Yaitu suatu perilaku pada saat orang belajar, maka responnya menjadi
lebih baik. Sebaliknya bila ia tidak belajar maka responnya menurun. Dalam
menerapkan teori Skinner guru perlu memperhatikan dua hal yang penting,
yaitu : (i) pemilihan stimulus yang diskriminatif, (ii) penggunaan penguatan.
b. Belajar menurut Gagne
Yaitu seperangkat proses kognitif yang mengubah sigat stimulasi
lingkungan, melewati pengolahaningormasi menjadi kapabilitas baru.
Timbulnya kapabilitas tersebut adalah dari (i) stimulasi yang berasal dari
lingkungkungan, dan (ii) proses kognitif yang dilakukan oleh pebelajar. Ada
tiga komponen penting dalam belajar yaitu kondisi eksternal, internal dan hasil
belajar. Hasil belajar merupakan kapabilitas siswa berupa :
Informasi verbal : kapabilitas untuk mengungkapkan pengetahuan
dalam bentuk bahasa baik lisan maupun tertulis.
Keterampilan intelektual : kecakapan yang berfungsi untuk berhubungan
dengan lingkungan hidup serta mempresentasikan
konsep dan lambang
Strategi kognitif : kemampuan menyalurkan dan mengarahkan
aktivitas kognitifnya sendiri. Meliputi penggunaan
konsep dan kaidah dalam memecahkan masalah
Keterampilan motorik : kemampuan melakukan serangkaian gerak jasmani
sehingga terwujud otomatisme gerak tubuh.
Sikap : kemampuan menerima atau menolah obyek
2
berdasarkan penilainan terhadap obyek tertentu.
Gagne berpendapat bahwa dalam belajar terdiri tiga tahap yang meliputi 9
fase :
a) Persiapan untuk belajar; fase belajar 1) mengarahkan perhatian, 2)
ekspektansi, 3) retrival
b) Pemerolehan dan unjuk perbuatan : fase belajar, 4) persepsi selektif atas
sifat stimulus 5) sandi semantic 6) retrival dan respons 7) penguatan.
c) Retrival dan alih belajar : fase belajar 8) pengisyaratan 9) pemberlakuan
secara umum.
c. Belajar menurut Piaget
Bahwa pengetahuan dibentuk oleh individu sebab individu melakukan
interaksi terus menerus dengan lingkungan. Dengan adanya interaksi dengan
lingkungan maka intelek semakin berkembang . perkembangan intelektual
melalui tahap-tahap berikut : (i) sensori motor (0; 0-2; 0 tahun), (ii)
praoperasional (2; 0-7; 0 tahun), (iii) operasi konkret (0; 0-11; 0 tahun), dan
(iv) opersai formal (11; 0-keatas)
1. menentukan topic yang dapat dipelajari oleh anak sendiri
2. memilih atau mengembangkan aktivitas kelas dan topic tersebut
3. mengetahui adanya kesempatan bagi guru untuk mengemukakan
pertanyaan yang menunjang proses pemecahan masalah
4. menilai pelaksanaan tiap kegiatan, memperhatikan keberhasilan dan
melakukan refisi.
d. Belajar menurut Rogers
Rogers menyayangkan praktek pendidikan di sekolah tahun 60-an.
Menurut pendapatnya praktek pendidikan menitik beratkan pada segi
pengajaran bukan pada siswa yang belajar. Praktek tersebut ditandai oleh
peran guru yang dominant dan siswa hanya menghafalkan pelajaran.
3
Menurutnya guru juga perlu memodifikasi secara praktis sesuai dengan
kondisi perilaku siswa belajar.
B. Tujuan Belajar Dan Pembelajaran
Tujuan belajar penting bagi guru dan siswa sendiri. Dari segi siswa, belajar
yang dialaminya sesuai dengan pertumbuhan jasmani dan perkembangan
mental, akan menghasilkan sebagai dampak pengiring. Selanjutnya, dampak
pengiring tersebut akan menghasilkan program belajar sendiri sebagai
perwujudan emansipasi siswa menuju kemandirian. Dari segi guru, kegiatan
belajar merupakan akibat dari tindak menindik atas kegiatan mengajar . proses
belajar siswa tersebut menghasilkan perilaku yang dikehendaki, suatu hasil
belajar sebagai dampak pengajaran.
C. Unsur-Unsur Dinamis Dalam Belajar Dan Pembelajaran
1. Dinamika siswa dalam belajar
Siswa yang belajar berarti menggunakan kemampuan kognitif, afektif dan
psikomotorik terhadap lingkungannya.
 Ranah kognitif (Bloom, dkk) terdiri dari enam jenis perilaku : 1).
Pengetahuan 2).pemahaman 3).penerapan 4).analisis 5).sintesis
6).evaluasi
 Ranah Afektif (Krathwohl dan Bloom, dkk) terdiri dari lima jenis perilaku
: 1).penerimaan, 2).partisipasi 3).penilaian 4).organisasi 5).pembentukan
pola kehidupan.
 Ranah Psikomotorik (Simpson) terdiri dari tujuh jenis perilaku :
1).persepsi 2).kesiapan 3).gerakan terbimbing 4).gerakan terbiasa
5).gerakan kompleks 6)penyesuaian pola gerakan 7).kreativitas
2. Dinamika guru dalam kegiatan pembelajaran
Menurut Biggs dan Telfer diantara motivasi belajar siswa dapat
diperkuat dengan cara-cara pembelajaran. Adapun cara-cara pembelajaran
4
yang berpengaruh pada proses belajar adalah guru; kondisi eksternal yang
berpengaruh pada belajar adalah
Bahan belajar : bahan belajar dapat berwujud benda dan isi
pendidikan tersebut dapat berupa
pengetahuan, perilaku, nilai, sikap dan
metode pemerolehan
Suasana belajar : kondisi gedung sekolah, tata ruang kelas,
alat belajar mempunyai pengaruh pada
kegiatan belajar.
Media / sumber belajar : dewasa ini media dan sumber belajar dapat
ditemukan dengan mudah
Guru sebagai subjek pembelajar : sebagai subjek pembelajar guru
berhubungan langsung dengan siswa serta
memberikan motivasi.
5
BAB II
PRINSIP-PRINSIP BELAJAR DAN ASAS PEMBELAJARAN
A. Prinsip-prinsip Belajar
Prinsip-prinsip belajar yaitu :
1. Perhatian dan motivasi belajar siswa
Perhatian dan motivasi mempunyai peranan penting dalam kegiatan
belajar. Perhatian berhubungan dengan motivasi sebagai tenaga penggerak
belajar, perhatian dapat memperkuat kegiatan belajar, menggiatkan perilaku
untuk mencapai sasaran belajar.
2. Keaktifan
Thorndike mengemukakan keaktifan siswa dalam belajar dengan hukum “
law of exercise” nya menyatakan bahwa belajar memerlukan adanya latihanlatihan
individu yang aktif, selalu ingin tahu. Ini factor penting keberhasilan
dalam belajar.
3. Keterlibatan langsung / Berpengalaman
Keterlibatan siswa jangan diartikan keterlibatan fisik semata, namun lebih
dari itu terutama keterlibatan mental dan emosional, keterlibatan dalam
kegiatan kognitif, pembentukan sikap dan nilai dan juga pada saat
pembentukan keterampilan.
4. Pengulangan
Teori “Psikologi Daya” menyatakan belajar adalah melatih daya-daya
yang ada pada manusia yang terdiri atas daya mengamat, menangkap,
mengingat, mengkhayal, merasakan, berpikir dan sebagainya. Dengan
mengadakan pengulangan maka daya-daya itu akan berkembang seperti
halnya pisau yang selalu di asah akan menjadi tajam, maka daya-daya yang
dilatih dengan pengadaan pengulangan-pengulangan akan menjadi sempurna.
5. Tantangan
Tantangan yang dihadapi dalam bahan belajar membuat siswa bergairah
untuk mengatasinya. Penggunaan metode eksperimen, inkuiri, diskoveri juga
6
memberikan tantangan bagi siswa untuk belajar secara lebih giat dan sungguhsungguh.
6. Balikan dan penguatan
Format sajian berupa Tanya jawab, diskusi, eksperimen, metode penemuan
dan sebagainya merupakan cara belajar dan mengajar yang memungkinkan
terjadinya balikan dan penguatan.
7. Perbedaan individual
Perbedaan individual ini berpengaruh padacara dan hasil belajar siswa,
karenanya perbedaan individual perlu diperhatikan oleh gurudalam upaya
pembelajaran. Antara lain penggunaan metodiyang bervariasi sehingga
perbedaan-perbedaan individual siswa dapat terlayani.
Pembelajaran tidak mengabaikan karakteristik pebelajar dan prinsipprindip
belajar oleh karena itu, dalam program pembelajaran guru perlu
berpegang bahwa pebelajar adalah “primus motor” dalam belajar.
7
BAB III
MOTIVASI BELAJAR
Perilaku belajar dilakukan oleh si pebelajar yang terdapat kekuatan mental
sebagai penggerak belajar. Kekuatan mental yang berupa keinginan, perhatian,
kemauan atau cita-cita itu disebut motivasi belajar. Motivasi tersebut adalah
kebutuhan, dorongan dan tujuan si pebelajar.
Beberapa ahli menitik beratkan segi-segi tertentu dari motivasi :
 Maslow membedakan lima tingkat kebutuhan yang meliputi : (i) kebutuhan
fisiologis; (ii) perasaan aman; (iii) kebutuhan social; (iv) penghargaan diri; (v)
aktualisasi diri.
 Mc Cleland mengemukakan tiga jenis kebutuhan dasar yaitu : (i) kekuasaan;
(ii) berafiliasi; dan (iii) berprestasi
Sebagai kekuatan mental, motivasi dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu :
Motivasi primer : motivasi yang didasarkan pada motif-motif dasar. Motifmotif
dasar tersebutnya umumnya berasal dari segi
biologis atau jasmani.
Motivasi sekunder : motivasi yang tanpa dipelajari; contoh orang lapar akan
tertarik pada makanan tanpa belajar.
Adapun motivasi dibedaka menjadi dua :
Motivasi internal : motivasi yang bersumber dari dalam diri sendiri
Motivasi eksternal : motivasi dari orang lain.
Disamping itu ada ahli yang membedakan adanya motivasi instrinsik dan
motivasi ekstrinsik. Maslow dan Rogers mengakui pentingnya motivasi intrinsic
dan ekstrinsik bagi acara pembelajaran; motivasi intrinsic dikarenakan orang
tersebut senang melakukannya sedangkan motivasi ekstrinsik orang berbuat
sesuatu karena dorongan dari luar seperti adanya hadiah dan menghindari
hukuman.
8
BAB IV
PENDEKATAN CBSA DAN PENDEKATAN KETERAMPILAN PROSES
DALAM PEMBELAJARAN
Dalam kegiatan belajar perilaku utama belajar adalah siswa. Dalam
kegiatan pembelajaran mengingat sifat interaksi dapat diketahui adanya dua
pelaku yaitu guru dan siswa. Adanya dua pelaku tersebut menimbulkan salah
mengerti bahwa pelaku utama adalah guru semata. Hal ini ditinggalkan dan
diperbaiki dengan pendekatan CBSA. Dengan pendekatan CBSA berarti
pembelajaran mengoptimalisasikan perbaikan intelektual emosional fisik siswa
dalam memperoleh pengetahuan sikap, nilai dan keterampilan. Anutan perbaikan
CBSA tersebut dimaksud membina “masyarakat belajar” yang berwawasan
pendidikan massa seumur hidup. Dengan harapan, dengan CBSA guru dapat
mengoptimalkan teori – teori belajar, prinsip – prinsip pendidikan, hal ini juga
berarti bahwa guru bekerja secara propesional.
Dalam pembelajaran ditemukan adanya dua pelaku, guru berinteraksi
dengan sisiwa, yang keduanya mencapai tujuan pembelajaran / sararan belajar
yang serupa. Kadar CBSA dalam interaksi tersebut berbeda-beda. Agar kita dapat
menemukan kadar CBSA dari suatu proses pembelajaran maka perlu mengenal
tambu-rambu terlebih dahulu yaitu:
1. Kualitas dan kuantitas pengalaman membelajarkan
2. Prakasa dan keberanian siswa dalam mewujudkan minat, keinginan dan
dorangan pada dirinya. keberanian dan keberanian siswa untuk ikut serta
dalam proses pembelajaran
3. Usaha dan kreativitas yang ada pada diri siswa
4. Kuantitas dan kualitas usaha yang dilakukan guru dalam membina dan
mendorong keaktifan siswa.
5. Rasa lapang dan bebas yang ada pada diri siswa
6. Kualitas guru sebagai inovator dan fasilitator
7. Tingkat sikap guru yang tidak dominan dalam proses pembelajaran
9
8. Kuantitas dan kualitas metode dan media yang dimanfaatkan guru dalam
proses pembelajaran
9. Keterkaitan guru terhadap program pembelajaran
10. Variasi interaksi guru-siswa dalam proses pembelajaran
11. Kegiatan dan kegembiraan siswa dalam belajar.
Raka Joni (1992 :19-20) mengungkapkan bahwa sekolah yang ber-
CBSA dengan baik mempunyai karakteristik sebagai berikut :
Pembelajaran yang dilakukan lebih berpusat pada siswa, sehingga siswa berperan
lebih aktif dalam mengembangkan cara-cara belajar mandiri.
1. Guru adalah pembimbing dalam terjadinya pengalaman belajar, guru bukan
satu-satunya sumber informasi, guru merupakan salah satu sumber belajar
yang memberikan peluang bagi siswa agar dapat memperoleh pengetahuan
melaluai usaha sendiri dan mengembangkan motivasi dari dalam dirinya.
2. Ttujuan pembelajaran tidak hanya untuk mengjar standar akademis tetapi
kegiatan ditekankan untuk mengembangkan kemampuan siswa secara utuh
dan seimbang
3. Pengelolaan kegiatan pembelajaran lebih menekankan pada kreativitas siswa.
4. Penilaian dilaksanaka untuk mengamati dan mengukur kegiatan dan kemajuan
siswa serta mengukur hasil belajar siswa.
Pembelajaran ber-CBSA dapat dilakukan oleh guru . pembelajaran ber-
CBSA tersebut dapat dilakukan guru dengan pendekatan Keterampilan Proses
(PKP) yaitu anutan pengembangan keterampilan-keterampilan intelektual, sosial
dan fisik yang bersumber dari keterampilan-keterampilan dasar yang telah ada
dalam diri siswa.
Dengan PKP siswa dapat :
1. Memperoleh pengertian yang tepat tentang hakikat pengetahuan
2. Memperoleh kesempatan bekerja dengan ilmu pengetahuan dan merasa
senang
3. Memperoleh kesempatan belajar proses memperoleh dan memproduk ilmu
pengetahuan sekaligus.
10
Sejumlah keterampilan proses dikemukakan oleh Funk, dalam kurikulum
(pedoman Proses belajar dan mengajar) dikelompokan menjadi tujuh keterampilan
proses yaitu : mengamati, menggolongkan, menafsirkan, meramalkan,
menerapkan, merencanakan penelitian dan mengkomunikasikan.
Dengan demikian PKP berinteraksi timbal balik dengan penerapan CBSA
dalam pembelajaran, dengan adanya kebaikan / kelebihan pada PKP tersebut
maka seyogyanyalah guru belajar PKP secara keilmuan untuk dijadikan modal
dasar menjadi guru propesional.
11
BAB V
PENDEKATAN PEMBELAJARAN
Dalam kegiatan belajar mengajar guru di hadapkan padasiswa. Siswa yang
dihadapkan pada guru rata – rata satu kelas yang terdiri dari empat puluh orang.
Kemungkinan dapat terjadi seorang guru mennghadapi sejumlah ratusan siswa.
Hal ini menunjukkan betapa penting keterampilan mengorganisasi siswa agar
belajar. Guru juga menghadapi bahan pengetahuan yang berasal dari buku
teks,dari kehidupan, sumber informasi lain, atau kenyataan di sekitar sekolah. Hal
ini menunjukkan betapa pentingnya keterampilan mengolah pesan. Pembelajaran
juga berarti meningkatkan keterampilan kognetif, afektif, dan keterampilan siswa.
Kemampian – kemampuan tersebut dikembang bersama dengan memperoleh
pengalaman – pengalaman belajar sesuatu. Perolehan pengalaman – pengalaman
tersebut merupakan suatu proses yang belaku secara deduktif dan deduktif atau
proses lain
A. Pengorganisasian Siswa
1. Pembelajaran secarasecara individual
Adalah kegiatan mengajar guru yang menitik beratkan pada
bantuan dan bimbingan belajar pada masing masing individu. Bantuan dan
bimbingan belajar kepada individu juga ditemukan pada pembelajaran
klaksikal, tetapi prinsipnya berbeda.
Pada pembelajaran individual guru memberi bntuan pada masing –
masing pribadi. Sedangkan pada pembelajaran klaksikalguru memberikan
bantuanindividual secara umum.
Ciri –ciri yang menonjol pada pembelajaran individual dapat
ditinjaau dari segi :
a. Tujuan pengajaran pada pembelajatran secara individual
Tujuan pembelajaran yang menonjol adalah:
12
 Pemberian kesempatan dan keleluasaan siswa untuk belajar
berdasarkan kemampuan sendiri, dalam pembelajaran klaksikal guru
menggunakan ukuran kemampuan rata – rata kelas. Dalam
pengajaran individual awal pengajaran adalah kemampuan setiap
individu, sedangkan pada pengajaran klasikal awal pengajaran
berdasarkan pada kemampuan rata – rata kelas. Siswa menyesuaikan
diri dengan kemampuan kelas.
 Mengembangkan kemampuan tiap individu secara optimal. Tiap
individu meemiliki paket belajar sendiri – sendiri yang sesusi dengan
tujuan belajarnya secara individual juga.
b. Siswa dalam pembelajaran secara individual
Berbeda dengan pembelajaran secara klaksikal, maka siswa memiliki
keleluasaan berupa :
 Keluasaan belajar berdasarkan kemampuan sendiri.
 Kebebasan menggunakan waktu belajar, dalam hal ini siswa
bertanggung jawab atas semua kegiatan yang dilakukannya.
 Keleluasaan dalam mengontrol kegiatan, kegiatan dan intensitas
belajar, dalam rangka mencapai tujuan belajar yang telah di tetapkan.
 Siswa melakukan penilaian sendiri atas hasil belajar.
 Siswa memiliki kesempatan untuk menyusun program belajar
sendiri.
c. Guru dalam pembelajaran secara individual
Kedudukan guru dalam pembelajaran secara individual bersifat
membantu Bantuan guru berkenaan dengan komponen belajar berupa :
 Peranan guru dalam merencanakan kegiatan belajar mengajar.
 Peranan guru dalam mengorganisasikan kegiatan belajar adalah
mengatur dan memonitor kegiatan belajar sejak awal.
 Peranan dalam menciptakan hubungan terbuka dengan siswa
bertujuan menimbulkan perasan bebas dalam belajar.
13
 Peranan guru yang sangat penting adalah menjadi fasilisator belajar,
tujuannya adalah mempermudah proses belajar.
d. Program pembelajaran dalam pembelajaran individual
Program pembelajaran individual merupakan usaha memperbaiki
kelemahan pengajaran klaksikal. Dari segi kebutuhan belajar, program
pembelajar individual lebih efektif. Sebab siswa belajar sesuai dengan
programnya sendiri. Dari segi guru, yang terkait dengan jumlah
pembelajar tampak kurang efektif.
Program pembelajaran dapat dilaksanakan secara efektif bila
mempertimbangkan:
 Penyesuaian dengan kebutuha dan kemampuan siswa.
 Tujuan pembelajaran dibuat dan dimengerti oleh siswa.
 Prosedur dan cera kerja dimengerti oleh siswa.
 Criteria keberhasilan dimengerti oleh siswa.
 Keterlibatan guru dalam evaluasi dimengerti oleh siswa.
e. Orientasi dan tekanan utama pelaksanaan
Program pembelajaran individual berorientasi pada pemberian
bantuan pada setiap siswa agar ia dapat belajar secara mendiri. Dalam
mencptakan pembelajaran secara individual, rencana guru berbeda dengan
pengajaran klaksikal. Dalam pelaksanaan guru berperan sebagai fasilisator,
pembimbing, pendiagnoosis kesukaran belajar dan reka diskusi. Guru
berperan sebagai guru pendidik bukan instruktur.
2. Pembelajaran secara kelompok
Dalam kegiatan belajar mengajar di kelas adakalannya guru
mementuk kelompok kecil,. Dalam pembelajaran kelompok kecil, guru
memberikan bantuan/bimbingan kepada tiap anggota kelompok lebih
intensif. Hal ini terjadi karena hubungan antara guru dan siswa menjadi
lebih sehat dan akrab, siswa memperoleh bantuan, kesempatan,seseai
14
dengan kebutuhan,kemampuan dan minat serta siswa dilibatkan dalam
menentukan tujuan belajar, cara belajar, criteria keberhasilan.
Ciri – ciri yang menonjol pada pembelajaran secara kelompok
dapat di lihat dari segi :
a. Tujuan pengajaran pada kelompok kecil
Tujuan pengajaran dalam kelompok kecil adalah :
 Memberikan kesempatan pada setiap siswa untuk mengembangkan
kemampuan memecahkan masalah secara rasional.
 Mengembangkan sikap social dan semangt gotong royong dalam
kehidupan.
 Mendinamiskan kegiatan kelompok dalam belajar sehingga setiap
anggota merasa diri sebagai bagian kelompok yang bertanggung
jawab.
 Mengembangkan kemampuan kepemimpinan pada seiap anggota
kelompok dalam memecahkna masalah kelompok.
b. Siswa dalam pembelajaran kelompok kecil
Adalah anggota kelompok yang belajar untuk memecahkan
masalah kelompok.
Kelompok kecil merupakan satuan kerja yang kompak dan kohesif.
Ciri – ciri kelompok kecil yang menonjol adalah :
 Tiap siswa merasa diri memiliki tujuan bersama berupa tujuan
kelompok.
 Tiap siswa merasa sadar diri sebagai anggota kelompok
 Memiliki rasa saling membutuhkan dan salig tergantng
 Ada interaksi dan komunikasi antara anggota
 Ada tindakan bersama sebagai pewujudan tanggung jawab
kelompok.
c. Guru sebagai pembelajar dalam pembelajaran klompok
Peranan guru dalam pembelajaran kelompok terdiri dari :
 Pembentukan kelompok
15
 Perencanaan tugas kelompok
 Pelaksanaan
 Evaluasi hasil belajar kelompok
Dalam pelaksanaan mengajar, guru dapat berperan sebagai berikut :
 Pemberi informasi uum tentang proses blajar kelompok, guru
memberi informasi tentang tujuan belajar,tata kerja, kriteria
keberhasilan tugas dan evaluasi.
 Setelah kelompok memeahami tugasnya, maka kelompok
melaksanakan tugasnya,guru bertindak sebagai fasilisator
,pembimbing dan pengendali ketertibankerja.
 Pada akhir pelajaran ,tiap kelompok melaporkan hasil kerja.
 Guru melakuaknevaluasi tentang proseskerja kelompok sebagai
satuan , hasil kerja, prilaku dan tata kerja dan memandingkan
dengan kelompok lain.
Pada pembelajaran kelompok ,orientasi dan tekanan utama
pelaksanaan adalah meningkatkan kemampuan kerja kelompok. Kerja
kelompok berarti belajar kepemimpinan dan keterampilan. Kedua
keterampilan tersebut, memimpin dan terpimpin, perlu di pelajari oleh
setiap siswa. Dalam masyarakat modern keterampilan memimpin dan
terpimpin diperlukan dalam kehidupan.
3. Pembelajaran secara klaksikal
Pembelajaran klaksikal merupakan kemampuan guru yang utama.
Hal ini disebabkan oleh pengajaran klaksikal merupakan kegiatan
mengajar yang tegolong efisiensi. Secara ekonomis pembiayaan sekolah
lebih murah. Pembelajaran kelas berarti melaksanakan dua kegiatan
sekaligus yaitu pengelolaan kelas dan pengelolaan pembelajaran.
Pengelolaan kelas adalah penciptaan kondisi yang memungkinkan
16
terselenggaranya kegiatan belajar dengan aik. Dalam pengelolaan kelas
dapat terjadi masalah yang bersumber dari kondisi tempat belajar, dan
siswa yang terlibat dalam belajar.
Pengelolaan pembelajaran bertujuan mencapai tujuan belajar.
Peran guru dalam pembelajaran secara klasikal. Tekanan utama dalam
pembelajaran adalah seluruh anggota kelas. Disamping penyusunan desain
instruksional yang dibuat, maka pembelajaran kelas dilakukan dengan
tindakan :
 Penciptaan tertib kelas
 Penciptaan suasana tenang dalam belajar
 Pemusatan perhatian pada bahan ajar
 Mengikutsertakan siswa belajar aktif
 Pengorganisasian belajar sesuai dengan kondisi siswa
B. Posisi guru siswa dalam pengolahan pesan
Dalam kegiatan belajar mengajar guru berusaha menyampaikan sesuatu
hal yang di sebut pesan. Sebalinya, dalam kegiatan belajar siwa juga berusaha
memperoleh suatu hal. Pesan atau sesuatu hal tersebut dapat berupa
pengetahuan, wawasan, keterampilan, akan isi ajaranyanglain seperti kesenian,
kesusilaan, dan agama.
1 Pembelajaran dengan strategi Ekspositori
Model pembelajaran ekspositori merupakan kegiatanyang terpusat pada
guru. Guru aktif memberikan penjelasan atau informasi terperinci tentang
bahan pengajaran. Tujuan utama pengajaran ekspositari adalah memindahkan
pengetahuan, keterampilan, dan nilai-nilai kepada siswa.peranan uru yang
penting adalah penyusun program pembelajaran, pemberi informasi yang
benar, pemberi fasilitas belajar yang baik, pembimbing siswa dalam
pemerolehan informasi yang benar, pemakai media dan sumber yang benar,
17
menyelesaikan tugas sehubungan dengan penlaian guru. Adapun hasil belajar
yang di evaluasi adalah luas dan jumlah pengetahuan, keterampilan dan nilai
yang dikuasai siswa.
2. Pembelajaran dengan strategi Inkuiri
Model inkuiri merupakan pengajaran yangmengharuskan siswa mengolah
pesan sehingga memperoleh pengetahuan, ketrampilan, dan niai-nilai. Dalam
pembelajaran ini siswa menjadi aktif belajar. Tujuan utama model inkuiri
adalah mengembangkan keterapilan intelektual, berfikir kritis, dan mampu
memecahkan masalah secara ilmiah. Tekanan utama pembelajaran dengan
strategi inkuiri adalah pengembangan kemampuan berfikir individual leat
penelitian, peningkata kemampuan mempraktekkan metode dan teknik
penelitian , latihan keterampilan intelektual khusus, yang sesuai denga cabang
ilmu tertentu dan latihan menemukan sesuatu.
Peranan guru yang penting adalah :
 Menciptakan suasana bebas berfikir sehingga siswa berani
bereksplorasi dalampenemuan dan pemecahan masalah.
 Fasilitator dalam penelitian
 Rekandiskusi dalam klasifikasi dan pencarian alternative
pemecahanmasalah
 Pembimbing penelitian, pendorong keberanian berfikir, alternative
dalam pemecahan masalah
Peranan siswa yang penting adalah :
 Mengambil prakarsa dalam pencarian masalah
 Pelaku aktif, dalambelajar melakukanpenelitian
 Penjelajah tentang masalah dan metode penelitian
 Penemu pemecahan masalah
18
Evaluasi hasil belajar pada metode inkuiri ini yaitu meliputi
keterampilan pencarian dan perumusan masalah, keterampilan
pengumpulan data, informasi, keterampilan meneliti tentang objek, seperti
benda, sifat benda, kondisi atau peristiwa dan pelaku, keterampilan dalam
menarik kesimpulan dan laporan.
C. Kemampuan yang akan dicapai dalam pembelajaran
Kemampuan yanga akan dicapai adalah tujuan pembelajaran. Ada
kesenjangan antara kemampuan pra belajar dengan kemampuan yang akan
dicapai. Kesenjangan tersebut dapat diatasi berkat belajar bahan ajar
tertentu. Bagi siswa, kegiatan belajar berarti menggunakan kemampuan
kognitif, afektif, dan psikomotor untuk mencerna bahan ajar. Secara umum
kegiatan belajar tersebut meliputi :
 Motivasi, yang berarti siswa sadar mencapai tujuan dan bertindak
mencapai tujuan belajar
 Konsentrasi, yang berarti siswa memusatkan perhatian pada bahan
belajar.
 Mengolah pesan, yang berarti siwa mengolah informasi dan
mengambil makna tentang apa yang dipelajari.
 Menyimpan, yang berarti siswa menyimpan dalam ingatan , peasaan
dan kemampuan motoriknya.
 Menggali, dalam arti mehggunakan hal yang dipelajari yang akan di
gunakan untuk suatu pemecahan masalah.
 Prestasi dalam arti menggunakan bahan ajar untuk unjuk kerja.
 Umpan balik , dalam arti siswa melakukan pembenaran tentang hasil
belajar atau prestasinya.
D. Proses pengolahan pesan
1. Pesan secara deduktif
19
Pengolahan pesan secara deduktif dimulai dengan :
 Guru mengemukakan generalisasi
 Penjelasan berkenaan dengan konsep – konsep.
 Pencarian data yang dilakukan oleh siswa,
Pengumpulan data tersebut berguna untuk menguji kebenaran
generalisasi. Dalam kegiatan ini siswa juga mengaplikasikan konsep
terhadap data tertentu.
2. Pengolahan data secara deduktif
Pengolahan data secara deduktif bermula dari :
 Fakta atau peristiwa khusus
 Penyusunan konsep berdasarkan fakta – fakta.
 Penysunan generalisasi berdasarkan konsep – konsep. Bila sudah
teori yang benar, pada umumnya dirumuskan hipotesis.
 Terapan generalisasi pada data baru atau uji hipotesis.
 Penarikan kesimpulan lanjut.
20
BAB VI
KONSEP DASAR EVALUASI BELAJAR DAN PEMBELAJARAN
A. Pengertian, Kedudukan dan Syarat-syarat Umum Evaluasi
1. Pengertian Evaluasi
Davies mengemukakan bahwa evaluasi merupakan proses sederhana
memberikan atau menetapkan nilai kepada sejumlah tujuan, kegiatan, keputusan,
unjuk kerja, proses, orang, objek. Sedangkan Wand dan Brown mengemukakan
evaluasi merupakan suatu proses untuk menentukan nilai dari sesuatu. Evaluasi
berarti sebagai proses sistematis menetaapkan nilai tentang suatu hal, seperti
objek, proses, unjuk kerja, kegiatan, hasil dan tuuan.berdasarkan kritteria tertentu
melalui penilaian. Evaluasi belajar adalah proses penetuan nilai tentang proses
pembelajaran berdasarkan criteria tertentu. Dalam penentuan nilai tersebut orang
dapat melakukan pengukuran, pembandingan, penilaian dan kemudian penilaian.
Evaluasi bersifat berkesinambungan, dari tahap satu ke tahap lain selama jenjang
pendidikan atau sepanjang hayat.
2. Kedudukan Evaluasi dalam Proses Pendidikan
Proses pendidiakn merupakan proses pemanusiaan manusia, dimana
didalamnya terjadi membudayakan manusia dan memberadabkan manusia. Agar
terbentuk manusia yang berudaya dan beradab , maka diperlukan transformasi
budaya dan peradaban. Sebagai proses transformasi, proses pendidikan dapat
digambarkan dengan diagram berikut :
21
Transformasi dalam proses pendidikan merupakan proses untuk
membudayakan dan memperadabkan siswa. Lembaga pendidikan merupakan
tempat terjadinya transformasi. Keberhasilan transformasi untuk menghasilkan
keluaran seperti yang diharapkan dipengaruhi dan atau ditentukan oleh bekerjanya
komponen / unsure yang ada dalam lembaga pendidikan. Unsur-unsur
transformasi dalam proses pendidikan meliputi : pendidikan dan personal lainnya,
isi pendidikan, tekik, sistem evaluasi, sarana pendidikan dan sistem administrasi.
3. Syarat-syarat Umum Evaluasi
Evaluasi dalam proses pendidikan dituntut untuk memenuhi syarat-syarat :
kesaahihan, keterandalan dan kepraktisan. Untuk memperoleh ketiga evaluasi
tersebut seorang evaluator dituntut mempertimbangkan factor-faktor yang terkait
dalam kegiatan penilaian.
B. Evaluasi Hasil Belajar
Hasil kegiatan evaluasi hasil belajar berfungsi untuk :
 Diagnosis dan Pengembangan
Maksudnya adalah penggunaan hasil dari kegiatan evaluasi hasil belajara
sebagai dasar pendiagnosisan kelemahan dan keunggulan siswa beserta
UMPAN BALIK
MASUKAN TRANSFORMAS
I
KELUARAN
22
sebab-sebabnya, berdasarkan pendiagnosisan inilah guru mengadakan
pengembangan kegiatan pembelajaran untuk meningkatkan hasil belajar
siswa.
 Seleksi
Hasil dari evaluasi hasil belajar digunakan sebagai dasar untuk
menentukan/ menyeleksi siswa-siswa yang paling cocok untuk jenis
jabatan/ jenis pendidikan tertentu.
 Kenaikan Peringkat Belajar
Sebagai dasar pertimbangan hasil dari kegiatan evaluasi belajar siswa
mengenai sejumlah isi pelajaran yang telah disajikan dalam pembelajaran,
maka guru dapat dengan mudah membuat keputusan kenaikan kelas
berdasarkan ketentuuuuan yang berlaku.
 Penempatan siswa
Sebagai dasar pertimbangan hasil dari kegiatan evaluasi belajar agar siswa
daptat berkembang sesuai dengan tingkat kemampuan dan potensi yang
mereka miliki, maka perlu difikiiirkan ketepatan penemoatan siswa pada
kelompok yang sesuai.
Dalam kegiatan evaluasi hasil belajar, seorang evaluator umumnya
menempuh tahap-tahap persiapan, penyusunan alat ukur, pelaksanaan
pengukuran, pengolahan hasil pengukuran, penafsiran hasil pengukuran,
pelaporan hasil pengukuran dan penggunaan hasil evaluasi.
C. Evasluasi Pembelajaran
Evaluasi pembelajaran merupakan suatu proses penentuan nilai, jasa atau
manfaat kegiatan pembelajaaran berdasarkan criteria tertentu melalui kegiatan
pengukuran dan penilaian. Evaluasi pembelajaran mempunyai fungsi, tujuan dan
saasaran tertentu. Pada umumnya fungsi dan tujuan evaluasi pembelajaran
berorientasi pada pengembangan pembelajarn dan akreditasi. Adapun sasaran
23
evaluasi pembelajaran tertuju pada tujuan pembelalajaran, dinamika
pembelajaran, pengelolaan pembelajaran dan kurikulum. Prosedur evaluasi
pembelajaran umumnya terdiri dari lima tahap berupa tahaap-tahap penyusunan
rancangan, penyusunan instrumen, pengumpulan data, analisis data dan
penyusunan laporan evaluasi pembelajaran. Pada tempatnya seorang guru
professional dapat melakukan kegiatan sebagai evaluator pembelajaran.
24
BAB VII
MASALAH-MASALAH BELAJAR
A. Pengertian Belajar
Belajar merupakan suatu pekerjaan mental atau suatu proses perubahan
pada individu, yaitu perubahan dalam perilaku sebagai hasil interaksi dengan
lingkungan.
Guru professional berusaha mendorong siswa agar belajar secara berhasil.
Ada bermacam-macam hal yang menyebabkan siswa tidak belajar. Ada siswa
yang tidak belajar karena dimarahi orang tua, ada juga pindah tempat tinggal, ada
siswa yang sukar memusatkan perhatian waktu guru mengajar, adapula siswa
yang giat belajar Karena dia bercita-cita menjadi seorang ahli. Bermacam-macam
keadaan siswa tentang masalah-masalah belajar merupakan hal yang penting bagi
guru atau calon guru.
B. Masalah-masalah Belajar
Dalam interaksi belajar guru menyadari bahwa dalam tugas pembelajaran
ternyata ada masalah-masalah belajar yang dialami oleh siswa. Bahwa guru
memahami bahwa kondisi lingkungan siswa juga dapat mempengaruhi dan
menjadi sumber timbulnya masalah-masalah belajar.
Ada dua macam faktor yang menyebabkan masalah-masalah belajar yaitu:
1. Faktor intern belajar
Faktor intern yang dialami dan dihayati oleh siswa yang berpengaruh pada
proses belajar adalah :
 Sikap terhadap belajar
 Motivasi belajar
 Konsentrasi belajar
 Bahan belajar
25
 Menggali hasil belajar yang tersimpan
 Menyimpan perolehan hasil belajar
 Mengelola Kemampuan berprestasi / unjuk hasil belajar
 Rasa percaya diri siswa
 Intelegensi dan keberhasilan belajar
 Kebiasaan belajar
 Cita-cita siswa
2. Faktor ekstern belajar
 Guru sebagai Pembina siswa
 Prasarana pembelajaran
 Kebiasaan penilaian
 Lingkungan sosial siswa di sekolah
 Kurikulum sekolah
C. Penyebab Kesulitan Belajar
 Faktor genetika
 Luka pada otak akibat trauma fisik
 Biokimia yang hilang
 Biokimia yang dapat merusak otak
 Gizi yang tidak memadai
 Pengaruh-pengaruh psikologis dan social yang merugikan
perkembangan anak (deprevasi lingkungan)
D. Cara Mengatasi Siswa yang Sulit Belajar
 Peranan teori
 Pelayana pengajaran remedial
26
 hubungan antara pendidikan luar biasa dengan pendidikan pada
umumnya
 Menggunakan metode yang menimbulkan motivasi
 Meningkatkan kemampuan guru dalan menguasai materi.
27
BAB VIII
PEMBELAJARAN DAN PENGEMBANGAN KURIKULUM
Kegiatan pembelajaran yang dilakukan oleh berpangkal pada suatu
kurikulum, dan dalam proses pembelajaran guru juga berorientasi pada tujuan
kurikulum. Pada satu sisi guru adalah pengembang kurikulum, pada sisi lain guru
adalah pembelajar siswa, yang secara kreatif membelajarkan siswa sesuai dengan
kurikulum sekolah. Hal itu menunjukkan bahwa dalam tugas pembelajaran
dipersyaratkan agar guru memahami kurikulum.
Para ahli seperti Zais, Winecoff, Bond, dan Tanner telah mempelajari
kurikulum. Mereka memengemukakan prinsip dan teori yang berbeda-beda.
Meskipun demikian, mereka juga mengemukakan hal-hal yang serupa.
Mereka mengemukakan arti kurikulum sebagai :
 Jalan meraih ijazah
 Mata pelajaran dan isi pelajaran
 Rencana kegiatan pembelajaran
 Hasil belajar yang direncanakan
 Pengalaman belajar
Terbentuknya kurikulum tersebut dimandasi oleh berbagai landasan pemikirn
seperti :
 Landasan filosofis
 Landasan social-budaya-agama
 Landasan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni
 Landasan kebutuhan masyarakat
 Landasan perkembangan masyarakat
Sebagai suatu program, maka kurikulum terdiri dari beberapa komponen
penting seperti :
 Tujuan
28
 Pengalaman kerja
 Organisasi pengalaman belajar
 Evaluasi
Dalam tugas pengembangan, guru berurusan dengan komponen-komponen
kurikulum, selanjutnya dalam pengembangan kurikulum

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Tamu WajiB LapOr